Air dari Mesin Pengolah Tinja DKI Jakarta Ternyata Tak Bisa Diminum

Loading...
Loading...

Beberapa tahun lalu, Bill Gates, salah satu orang terkaya di dunia, memperkenalkan mesin bernama Omniprocessor. Fungsinya luar biasa, mengubah feses alias kotoran manusia menjadi air segar yang bisa diminum langsung.

Mesin semacam ini nampaknya bakal segera ada di Jakarta setelah Perusahaan Daerah Pengelolaan Air Limbah (PAL Jaya) memperkenalkan mesin pengolah limbah bernama PAL-Andrich Technical System. Mesin ini diresmikan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Instalasi Pengelolaan Lumpur Tinja (IPLT) Duri Kosambi Cengkareng, Rabu (23/5/2018).

Dalam akun Instagramnya, Sandiaga Uno, yang hadir tanpa ditemani Anies Baswedan, cukup terkesima dengan mesin tersebut. Sandiaga melihat sendiri jika air limbah tinja yang pekat tiba-tiba menjadi jernih setelah diolah hanya dalam waktu setengah jam.

"Yang biasanya memakan waktu tujuh hari dan menjadi air buangan, ini dalam waktu setengah jam bisa menjadi air yang bisa diutilitas. Malah sebetulnya layak diminum," ucap Sandi kala itu. Seakan ingin meyakinkan siapapun yang melihat, dalam video berdurasi 59 detik tersebut, Sandi tampak menadahkan air pada kedua tangannya dan sempat mengarahkan air tersebut ke dalam mulutnya. Ucapan Sandi pun menimbulkan pertanyaan, apakah air limbah tinja olahan mesin Andrich memang bisa diminum?

Ternyata Tak Bisa Diminum

Pihak PD Pal Jaya kemudian menggelar konferensi pers di kantor mereka, di Jakarta Selatan, Senin (28/5/2018). Hal ini perlu mereka lakukan karena kabarnya banyak dibicarakan dan menimbulkan polemik. Majelis Ulama Indonesia (MUI) misalnya, mengatakan bakal mengkaji "kesucian" olahan tinja tersebut.

Pada konferensi pers tersebut Erwin memaparkan data terkait perubahan jumlah kadar sebelum dan sesudah air limbah diproses oleh mesin Andrich. Sebelum diolah, air limbah memiliki kadar Ph 7,41, Kadar BOD 224 miligram per liter, kadar COD 587 miligram per liter, TSS 262 miligram per liter, minyak dan lemak 1,3 miligram per liter, kadar amonia 0,0040 miligram per liter dan total Coliform 2.400.000 MPN per 100 mililiter.

Ketika sudah diolah mesin Andrich, hasil penghitungan menunjukkan kalau seluruh komponen di atas jadi lebih rendah. Kadar Ph menjadi 7,89, kadar BOD menjadi 3,14 miligram per liter, kadar COD menjadi 7,24 miligram per liter, Kadar TSS menjadi 5 miligram per liter, kadar minyak dan lemak menjadi 0,10 miligram per liter, kadar amonia menjadi 1,66 miligram per liter dan total Coliform menjadi 900mpn per 100ml.

Warna airnya pun tampak jernih. Erwin menduga munculnya anggapan air tersebut bisa layak minum tak lebih euforia yang sayangnya tak berbasis kajian ilmiah. "Biasalah. Dari air hitam dan berbau jadi bening dan tidak berbau," ucap Erwin.

Baca selengkapnya di artikel "Air dari Mesin Pengolah Tinja DKI Jakarta Ternyata Tak Bisa Diminum", https://tirto.id/cLj4

Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel