12 Foto Postingan Susi Tri Susanti Korlap Aksi Geruduk Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya yang Bikin Geleng-geleng

Loading...
Loading...

Susi Tri Susanti mendadak viral di media sosial. Pasalnya, ia dianggap warganet sebagai provokator yang memicu kerusuhan di Manokwari dan Sorong, Papua Barat. Hal itu diawali dengan aksi penggerudukan asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Surabaya Timur, di bawah komandonya pada 17 Agustus 2019.

Dalam aksi yang menamakan diri Aksi Ormas Surabaya itu, disertai dengan teriakan rasis dan pengusiran. Warganet yang geram pun langsung menyerbu akun media sosial milik perempuan yang ternyata pernah terdaftar sebagai caleg Partai Gerindra itu.

Bahkan, tak sedikit warganet asal Kota Surabaya yang mengecam kelakuan Susi Tri Susanti itu. Kebanyakan, mereka merasa tak pernah terwakili dengan statmen dan pernyataan Susi dan dianggap hanya klaim yang mengatasnamakan warga Surabaya. Berdasarkan penelusuran PojokSatu.id, Susi menunjukkan keberpihakannya kepada pasangan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019 lalu.



Sebaliknya, ia terkesan sama sekali tak respek dengan Joko Widodo (Jokowi). Hal itu terlihat dari sejumlah postingan yang diunggahnya di akun media sosial miliknya. Sejumlah foto pun dengan jelas menunjukkan bahwa dirinya adalah pendukung 02 yang cukup militan.



Seperti sebuah foto yang diunggahnya pada 2 Januari 2019 yang menunjukkan dirinya tengah berpose dua jari. Akan tetapi, aksi itu dilakukannya di tengah jalan, saat kendaraan tengah melintas. Masih di tanggal yang sama, tampak pula Susi berada di sisi jalan raya seperti sedang menunggu kendaraan yang melintas.

Lagi-lagi, perempuan berkacamata itu mengacungkan salam dua jari tinggi-tinggi. Yang cukup menggelikan adalah, aksi dan pose yang sama juga dilakukannya tepat di depan rambu-rambu lalu lintas. Entah apa maksudnya.




Masih di tanggal 25 Januari 2019, ia juga mengunggah foto hasil rekayasa digital yang menunjukkan pose yang masih tetap sama.

Kali ini, ditambahi dengan wajah Presiden Jokowi yang cukup besar dilengkapi dengan sebuah kalimat. “Menghadang kebohongan di mana pun kunjungan dua jari menghadang,” demikian kalimat dalam foto tersebut.




Namun, ada juga foto unggahannya yang menunjukkan Susi tengah mengikuti rapat anggota KONI Kota Surabaya Tahun 2018. Foto itu diunggahnya pada tanggal 23 Desember 2019. Sebelumnya, Susi Tri Susanti pun akhirnya muncul setelah ramai video pernyataan wawancaranya yang menyebut adanya bendera Merah Putih dirusak dan dibuang ke selokan.

Ia pun lantas menyampaikan permohonan maaf di depan media terkait teriakan rasis yang terjadi dalam aksi dimaksud. Akan tetapi, permintaan maaf itu dilontarkannya dengan mengatasnamakan masyarkat Surabaya.

Permintaan maaf itu disampaikan di Mapolda Jawa Timur, Jalan Ahmad Yani, Surabaya Selatan, Selasa (20/8/2019). “Kami atas nama masyarakat Surabaya dan dari rekan-rekan ormas menyampaikan permohonan maaf apabila ada masyarakat atau pihak lain yang sempat meneriakkan itu,” ucapnya.



Perempuan yang kerap dipanggil Mak Susi itu beralasan, kedatangannya ke asrama mahasiswa Papua tidak lain untuk membela bendera Merah Putih yang isunya dirusak dan dibuang ke selokan. “Kami ini hanya ingin menegakkan bendera Merah Putih di sebuah asrama yang selama ini mereka menolak untuk memasang,” kilahnya.

Terkait rekaman video yang melantangkan pengusiran, Susi membantahnya. “Kami tidak berkeinginan untuk mengusir mereka (mahasiswa Papua,” katanya.


 

Susi juga membantah bahwa dalam aksi yang dikomandoinya sama sekali tak ada teriakan rasis. “Kalau dibilang bahwa masyarakat Surabaya terjadi bentrok atau ada teriakan rasis, itu sama sekali tidak ada,” katanya lagi.

BACA SELENGKAPNYA>>

https://pojoksatu.id/news/berita-nasional/2019/08/21/12-foto-postingan-susi-tri-susanti-korlap-aksi-geruduk-asrama-mahasiswa-papua-di-surabaya-yang-bikin-geleng-geleng

Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel