Resmi Pindah, Ibukota RI yang Baru Harus Punya Fitur Anti Ormas Gila

Loading...
Loading...

Wacana pemindahan ibukota RI ke wilayah lain sebenarnya sudah ada sejak era pemerintahan sebelumnya. Di era Jokowi, wacana ini dibicarakan secara serius dan akhirnya direalisasikan.

Presiden Jokowi hari ini resmi mengumumkan lokasi persis ibu kota baru Indonesia yang akan menggantikan Jakarta. Ibu kota baru itu akan terletak di dua kabupaten yang ada di Kalimantan Timur. Ini adalah hasil dari riset selama tiga tahun.

"Lokasi ibukota baru yang paling ideal adalah di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kertanegara Provinsi Kalimantan Timur."

Ada lima alasan kenapa dua tempat itu yang dipilih. Pertama adalah risiko bencana minimal, baik banjir, gempa, tsunami, kebakaran hutan, gunung berapi, dan tanah longsor.

Kedua adalah lokasi yang strategis, ada di tengah-tengah Indonesia. Secara geografis, jarak rata-rata Kalimantan Timur ke seluruh Provinsi di Indonesia memang cukup pendek, yaitu 893 km, terpendek kedua di antara lima calon ibu kota lainnya, atau di bawah Kalimantan Tengah yang jarak rata-rata ke seluruh provinsinya sejauh 792 km.

Ketiga, kabupaten tersebut lokasinya di dekat perkotaan yang sudah berkembang yaitu Balikpapan dan Samarinda.

Keempat adalah infrastruktur yang relatif lengkap.

Dan yang terakhir adalah di dua tempat itu tersedia lahan yang sudah dikuasai pemerintah, seluas 180 hektare.

Dengan demikian, setelah ini pemerintah akan mulai merancang UU ibukota baru. 2020 akhir pemerintah akan memulai konstruksi, dan pada 2024, pemindahan akan dilakukan secara bertahap. Untuk yang ribut-ribut soal utang seperti yang diteriakkan para tukang nyinyir, APBN hanya menyumbang 19 persen dari total biaya yang dibutuhkan. Pembangunan akan dilakukan bersama swasta. Untuk APBN hanya menyumbang 19 persen dari total biaya yang dibutuhkan.

Sedangkan Jakarta akan tetap jadi pusat bisnis, perdagangan yang berskala global. Ibarat mirip Washington DC dan New York City atau Beijing dan Shanghai. Begitulah kira-kira.

Berdasarkan apa yang dikatakan presiden Jokowi, lokasi yang dia sebutkan memang sudah ideal. Peluang terkena dampak bencana yang kecil, serta jarak yang dekat ke wilayah lain di Indonesia serta pembentukan ibukota yang bertaraf internasional. Jadi mohon jangan ada lagi yang ribut soal APBN, apalagi teriak soal utang dan lagi-lagi bawa-bawa aseng.

Ada satu pembahasan yang sudah dari dulu ingin penulis ungkapkan di sini. Ibukota ini selain minim terkena bencana alam (letaknya di luar jalur ring of fire), juga harus bebas ormas gila yang kerjaannya hanya demo sesuai pesanan dan berorientasi politik meski pakai topeng agama. Paham yak maksudnya?

Ormas model begini sudah dijadikan semacam alat dan pion untuk mencapai kepentingan politik para elit. Dulu di Jakarta, tiap kali ada isu, maka ormas model begini sangat meresahkan, bikin tak nyaman bahkan bikin malu. Lihat saja pas demo berjilid-jilid, berapa kerugian ekonomi yang terjadi gara-gara ulah gila mereka.

Dan ibukota baru ini, apa pun yang terjadi harus menjadi pusat pemerintahan yang tenang. Silakan unjuk rasa tapi bukan seperti yang mereka lakukan karena didalangi dan ditalangi. Ibukota baru ini harus punya fitur anti ormas keterlaluan seperti itu, yang menjual agama dengan tujuan politik. Lokasi sudah ideal, tata kota bakal berstandar internasional, masa nanti ormas gila masuk lagi ke sana? Kota modern tapi masih digoyang oleh orang berotak primitif. Big no. Tak boleh terjadi.

Tapi setidaknya kita bisa bersyukur dan bernapas lebih lega karena ormas model begini tidak punya tempat di wilayah yang disebutkan tadi. Mereka takkan berani macam-macam di sana. Apa pun yang terjadi, halangi mereka bikin rusuh lagi. Biarkan saja mereka tetap berada di tempatnya sekarang ini dan silakan teriak sekencangnya hingga tenggorokan kering.

Akhir kata, selamat kepada Indonesia yang menemukan ibukota baru, yang lebih layak, yang lebih strategis dan yang lebih manusiawi. Dan semoga wilayah sekitarnya lebih berkembang sehingga pembangunan lebih merata, tidak lagi melulu di Pulau Jawa.

Oh iya, semoga ibukota ini bisa seperti Astana, ibukota Kazakhstan. Cek Google dan lihat betapa futuristiknya kota tersebut. Amazing banget kalau bisa sepert itu.

Bagaimana menurut Anda?

Sumber: Seword

Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel