Viral Cerita Horor 'KKN di Desa Penari', Ternyata ini 3 Perkiraan Lokasi Kejadian yang Diungkap

Loading...
Loading...

Di media sosial Twitter viral cerita horor Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Penari. Saking viralnya, tagar #kkndidesapenari pun trending di Twitter, Jumat (30/8/2019).

Cerita KKN di Desa Penari ini dibagikan oleh akun anonim SimpleMan. Dalam kisah ini, diceritakan tentang sekelompok mahasiswa yang melakukan KKN di sebuah desa di tengah hutan.  Kisah KKN di Desa Penari ini juga diulas oleh Raditya Dika melalui video yang diunggah di kanal YouTube miliknya.

Pengunggah cerita menyebut kisah ini merupakan kisah nyata, meski belum diketahui apakah cerita ini benar-benar ada atau karangan semata.

Pasalnya, penulis cerita tidak menyebutkan lokasi pasti KKN, termasuk identitas peserta KKN. Berikut sejumlah fakta tentang viralnya cerita KKN di Desa Penari sebagaimana dirangkum Tribunnews.com:

1. Dugaan Lokasi KKN

Salah satu yang menjadii pertanyaan warganet adalah dimana lokasi KKN dalam cerita KKN di Desa Penari.
Dalam cerita itu, Desa Penari disebutkan berada di sebuah hutan di Jawa Timur. Warganet pun menduga-duga lokasi hutan itu. Berikut sejumlah tempat yang kemungkinan menjadi lokasi dalam cerita KKN di Desa Penari.

Taman Nasional Alas Purwo

Alas Purwo juga merupakan wilayah Taman Nasional Alas Purwo yakni taman nasional yang terletak di Kecamatan Tegaldlimo dan Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia. Hutan ini berada di ujung timur Pulau Jawa, luasnya 43.420 Ha.

Banyak yang menyebut, Alas Purwo konon merupakan kerajaan jin, tempat di mana semua makhluk halus berkumpul. Beberapa situs menuliskan bahwa jika sekali tersesat di dalamnya, maka dijamin tidak akan pernah bisa keluar lagi.

Kalau pun berhasil, maka hidupnya akan penuh sial. Menariknya, Alas Purwo juga pernah dikaitkan dengan nama Presiden Sukarno. Soekarno disebut-sebut pernah menghabiskan waktunya untuk bersemedi di sebuah gua di sana. Namun, kabar ini tak pernah terverifikasi.

Alas Gumitir

Gunung Gumitir merupakan sebuah gunung di perbatasan Kabupaten Jember dengan Kabupaten Banyuwangi. Lokasinya di Kecamatan Silo dan Kecamatan Kalibaru. Wikipedia menuliskan gunung ini terkadang juga disebut dengan nama Gunung Mrawan. Ada catatan bahwa sejak zaman dulu, jalan raya di Gunung Gumitir telah menjadi jalur penghubung terpendek antara Kabupaten Jember dan Kabupaten Banyuwangi.

Gunung Gumitir dipilih sebagai jalur penghubung, karena memiliki ketinggian paling rendah di antara deretan pegunungan yang lain, dari Gunung Raung (utara) hingga Gunung Kidul (selatan). Asal mula kata Gumitir, gemitir, kumitir, atau kemitir merupakan nama tanaman Tagetes erecta yang memiliki bunga berwarna kekuningan.

Di Bali, bunga gumitir banyak digunakan untuk membuat sesajen (canang sari). Dalam kepercayaan Jawa kuno, alang-alang kumitir merupakan nama kahyangan dari Sang Hyang Wenang.

Legenda yang beredar di masyarakat Banyuwangi, nama gumitir berasal dari kisah Damar Wulan. Setelah Damar Wulan berhasil membunuh dan memenggal kepala Menak Jinggo, ia bertemu Layang Seta dan Layang Kumitir, putra kembar patih Logender, di tengah jalan. Keduanya berhasil menipu Damar Wulan dan merampas kepala Menak Jinggo.

Gunung tempat keduanya menipu Damar Wulan akhirnya dikenal dengan nama Gunung Kumitir atau Gunung Gumitir.

Menariknya, pada masa penjajahan Jepang, serdadu Dai Nippon membangun sebuah gua untuk mengawasi jalur kereta api yang melintasi Gunung Gumitir. Gua Jepang tersebut terletak sekitar 100 meter dari Watu Gudang, terbuat dari beton tebal dengan ukuran sekitar 6 m × 8 m.

Alas Dadapan

Masih menurut catatan di wikipedia, wilayah Desa Dadapan didominasi lahan pertanian. Di dekat perkampungan, bagian barat jalan raya, terdapat gudang-gudang bekas pabrik yang tidak berfungsi menyusul dinonaktifkannya Jalur Kereta Api Kabat-Banyuwangi Lama.

Di wilayah bekas rel ini juga masih terdapat bangunan Stasiun Dadapan yang kini beralih fungsi menjadi rumah warga.

Perkampungan warga Desa Dadapan terletak pada susunan gang-gang kecil yang terhubung satu sama lain. Namun selain itu, terdapat satu jalan yang cukup besar yang digunakan untuk menuju ke Desa Pondoknongko dan Desa Sukojati. Selain itu, di perbatasan menjelang Desa Kedayunan terdapat banyak perumahan dan sebuah rest area bernama Istana Gandrung.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Viral Cerita Horor 'KKN di Desa Penari', Dugaan Lokasi hingga Tanggapan Psikolog, https://www.tribunnews.com/nasional/2019/08/30/viral-cerita-horor-kkn-di-desa-penari-dugaan-lokasi-hingga-tanggapan-psikolog?page=4.
Penulis: Daryono
Editor: Pravitri Retno Widyastuti

Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel