Bintang ILC, Ridwan Saidi Sebut Raden Fatah (Sunan Demak) Yahudi

Loading...
Loading...

Rupanya si Kakek Tua, Ridwan Saidi ingin mengikuti kepopuleran Amien Rais dan Abdul Somad dengan cara memberikan pernyataan menyimpang. Ridwan Saidi bukan hanya mengaburkan sejarah tetapi memberikan pernyataan menyesatkan hingga melecehkan para wali yang dijunjung umat islam karena berhasil menyebarkan agama islam di nusantara. Begitulah kelakuan bintang ILC dan kita tahu kualitas acara yang ditampilkan TV One dengan mempopulerkan bintang porno (Jibril) dan budayawan yang menyesatkan (Ridwan Saidi).

Pernyataan Ridwan Saidi yang menyebut Raden Fatah sebagai yahudi seperti diberitakan replubika.co.id, reaksi terhadap pernyataan kontroversial Budayawan Betawi, Ridwan Saidi masih terus bergulir. Belum usai perdebatan seputar pernyataan ‘kerajaan Sriwijaya fiktif’ –kini-- giliran masyarakat Demak bereaksi atas pernyataannya yang menyebut Raden Fatah seorang Yahudi.

Masyarakat yang ada di ‘Kota Wali’ bahkan sangat mengecam serta mendesak Ridwan Saidi untuk mencabut pernyataannya tersebut.

Selain dianggap menghina, pernyataan Ridwan soal raja Kesultanan Demak tersebut juga dituding sebagai bentuk penyelewengan terhadap sejarah Islam di Indonesia.

Salah satu tokoh masyarakat Demak, Kholid Muktiyono mengungkapkan, pernyataan Ridwan Saidi tersebut sangat melukai warga Demak.

Ia bahkan menuding pernyataan budayawan tersebut ‘ngawur’ karena . “Sehingga seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Demak bereaksi keras,” ungkapnya, Rabu (4/9).

Kholid pun mempertanyakan dasar pemikiran Ridwan Saidi hingga berani mengeluarkan pernyataannya yang menyebutkan Raden Fatah merupakan seorang Yahudi dan tidak pantas disebut dengan ‘raden’.

Menurutnya masyarakat di Kabupaten Demak sangat tidak bisa menerima karena sosok Raden Fatah sangat dihormati. Selama ini masyarakat Demak menghormati sosok Raden Fatah karena tokoh sejarah ini merupakan pendiri Kesultanan Demak.

Maka ia pun mengingatkan agar Ridwan sebagai seorang Budayawan Betawi tidak asal ngomong. “Kemarin, pernyataannya mengenai kerajaan Sriwijaya juga sudah menuai banyak reaksi, sekarang menyinggung perasaan kami,” tegasnya.

Sebelumnya, pernyataan Ridwan Saidi yang menyebutkan Raden Fatah seorang Yahudi terungkap setelah diunggah melalui kanal youtube dan ikut menjadi perbincangan oleh warganet.

Karena dalam pernyataannya, budayawan tersebut juga menyebut kerajaan Sriwijaya merupakan kerajaan fiktif dan hanya kelompok bajak laut. Sementara itu, terkait dengan persoalan ini, elemen masyarakat Demak bakal menggelar aksi untuk mengecam Ridwan Saidi.

"Aksi yang mengusung tema ‘melawan Penyelewengan Sejarah oleh Ridwan Saidi bakal digelar di kawasan Alun- alun Demak, sekitar kompleks Masjid Agung Demak, sore ini,” kata Ulin Nuha, warga Demak lainnya.

Kita lihat saja apakah ILC berani mengangkat tema "Penyelewengan Sejarah oleh Ridwan Saidi" atau tetap menampilakan tema nyinyir terhadap pemerintah. ILC ini ibarat orang jawa bilang "rai gedhek". Sudah tahu Abu Rizal Bakrie memiliki kasus Lapindo yang menyengsarakan warga Sidoarjo tapi kenapa tak diangkat temanya, katanya pro rakyat kecil. Belum ditambah narasumber yang bukan main nyeleneh dan gak waras. Mulai dari bintang porno, otak dungu hingga budayawan abal-abal. Seharusnya ada petisi stop penayangan ILC yang membodohi rakyat ketimbang mencerdaskan.

Kalau akhirnya Ridwan Saidi bisa diproses hukum, semoga saja nanti sobat karibnya di ILC bisa menemani agar tak ada lagi acara brutal yang memojokkan pemerintah dan membodohi masyarakat. Belakangan diketahui kru TV One membentangkan bendera HTI sebagai ormas terlarang. Lalu berita-berita hoaks yang disemburkan viva.com sebagai anak TV One soal Ahok mengatakan pindah Ibukota berarti lari dari masalah, padahal beritanya tahun 2013.

Selama ada media nasional yang mewadahi preman berkedok aktivis mahasiswa, budayawan, pengamat dan milineal bla-bla-bla. Orang-orang seperti Ridwan Saidi akan terus bermunculan untuk membodohi dan menyesatkan rakyat.

Awalnya dia menyebut kerajaan Sriwijaya fiktif. Lalu menyebut pemindahan Ibukota tak akan bisa secara spiritual. Ia mengatakan Jakarta warisan Belanda yang memiliki emas di setiap jengkal tanahnya dan pengambilan harus menggunakan kode tertentu. Alasan-alasan yang ngawur yang bertujuan menolak pemindahan Ibukota.

Sama yang diungkapkan Sheryil dengan menyebut pemindahan Ibukota adalah konfirmasi kegagalan Jokowi. Rupanya ILC dan TV One memiliki agenda menggagalkan rencana pindah Ibukota dengan menghadirkan narasumber ngawur.

Tapi, Gusti mboten sare, dan kini Ridwan Saidi kena batunya. Sama seperti UAS yang kena kasus penghinaan salib. Ridwan Saidi kini dianggapkan menistakan wali (ulama islam). Semoga pak tua ini segera terciduk dan IlC kembali gempar sebagai wadah narasumber calon kriminal. [SEWORD]

Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel