Ribuan Warga Fakfak Bawa Bendera Merah Putih Turun Jalan Tolak Papua Merdeka

Loading...
Loading...

Ribuan warga Kabupaten Fakfak Provinsi Papua Barat turun ke jalan, Jumat (23/8/2019) siang tadi, guna melaksanakan aksi demo damai menolak separtis Papua Merdeka.

Mereka dari rumah masing-masing membawa bendera merah putih yang terbentang atau berkibar didepan rumah, saat HUT Republik Indonesia ke-74.

Massa membawa bendera merah putih berkumpul di tanjung wagom Distrik Pariwari Kabupaten Fakfak yang merupakan titik star dan long march hingga titik (finis) kumpul di panggung terbuka Jln Dr. Salasa Namudat Distrik Fakfak Kabupaten Fakfak.

Pantauan media ini, massa berjalan kaki membawa beberapa spanduk diantaranya bertuliskan “Masyarakat Fakfak Pecinta MERAH PUTIH, Merajut Kembali Persatuan dan Kesatuan Papua Dalam Bingkai NKRI”.Selain itu ada juga sejumlah poster diantaranya bertuliskan “Mari Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa, NKRI Harga Mati”.

Sepanjang jalan massa bentangkan spanduk dan paster sembari menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Mereka juga meneriak yel-yel “NKRI  Harga Mati”.

Setelah tiba di panggung terbuka, beberapa menit kemudian datang menghampiri massa yaitu Kapolres Fakfak AKBP. Deddy Foury Millewa, SH. S.IK, M.IK, dan Dandim 1803/Fakfak Letkol Inf. Yatiman, A.Md.

Kedua pemimpin keamanan daerah diwilayah Kabupaten Fakfak ini berdiri di panggung bersama para Kapitan pejuang kemerdekaan Republik Indonesia bersama ribuan massa pro NKRI itu menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Suasana terasa haru massa meneteskan air mata disaat mengheningkan cipta dengan lantunan lagu wajib Nasional “Gugur Bunga” ciptaan Marzuki.

Tetesan air mata massa karena, menyentuh hati disaat mengenang jasa para pahlawan telah gugur demi merebut kemerdekaan Republik Indonesia, juga mengenang kerusuhan yang berujung pada kobaran api, yang memporak-poranda fasilitas umum diantaranya pasar, merusak sejumlah ATM, kaca Kantor BUMN, Perbankan, Ikon Kota Fakfak “Satu Tungku Tiga Batu” dan beberapa kenderaan.

Massa membubarkan diri dengan tertib dan aman setelah mendengarkan pernyataan sikap yang dibacakan Raman Patur selaku Koordinator Aksi Demo Damai. Pernyataan sikap itu berisikan 3 poin penting yakni :

  •     Meminta kepada pihak Kepolisian agar segera menangkap pelaku pembakaran, pengrusakan terhadap fasilitas umum yang menjadi obyek vital perputaran roda eknomi Kabupaten Fakfak (Pasar Thumburuni).
  •     Meminta kepada pihak Kepolisian segera menangkap pelaku pengibar bendera bintang kejorak didepan kantor Mbaham Matta.
  •     Meminta kepada pihak Kepolisian agar segera menangkap otak/provokator dibalik aksi 21 Agustus 2019 yang berakibat pada konflik sosial yang terjadi di Kabupaten Fakfak. [monces]
Sumber: Kabarfakfak.com

Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel