Bukan Salah Ketik, Pengakuan Pejabat yang Input Lem Aibon Rp82 Miliar

Loading...
Loading...

Dinas Pendidikan DKI Jakarta menjelaskan ihwal masuknya anggaran pembelian lem Aibon senilai Rp82,8 miliar dalam Kebijakan Umum APBD Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUAPPAS) 2020.

Kasubag Tata Usaha di Sudin Wilayah Jakarta Barat I Sudarman mengakui dirinya yang memasukkan atau menginput anggaran pengadaan lem dengan nilai fantastis itu. Dia juga mengakui bahwa angka Rp82,8 miliar tersebut bukan hasil salah ketik.

"Jadi itu [anggaran lem Aibon] awalnya bukan rencana sekolah, justru kami ingin mencantumkan anggaran Biaya Operasional Pendidikan [BOP]. Jadi, di awal kami mendapatkan pagu. Pagu itu lalu kami cantolkan, dan operator meng-input melihat yang paling depan saja. Kan sudah memasukkan Rp82 miliar. Sesuai dengan hitungan Rp150.000 per anak," kata Sudarman, Kamis (31/10/2019).

Sudarman melanjutkan dari situ pihak sekolah baru memasukkan apa saja yang menjadi kebutuhan. Dengan demikian, dia mencantumkan terlebih dahulu karena sekolah belum memasukkan daftar kebutuhan. "Jadi yang Rp82 miliar [pembelian] aibon itu sementara," imbuhnya.

Sudarman menegaskan input data dia lakukan secara sadar dan bukan kesalahan yang disengaja. Menurutnya, input data diperlukan saat menyusun anggaran. SKPD perlu mengakomodasi atau mengalokasikan anggaran terlebih dahulu, khususnya untuk BOP.

BACA SELENGKAPNYA>>

https://www.solopos.com/bukan-salah-ketik-pengakuan-pejabat-yang-input-lem-aibon-rp82-miliar-1028334

Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel