Putra Raja Arab Temui Delegasi Penginjil Kristen, Ustadz Somad....

Loading...
Loading...

Agama di dunia ini sudah mulai maju bersama-sama bergandengan tangan untuk menghalau terorisme dan intoleransi.

Agama-agama di negara maju sudah mulai bersinergi dan bersama untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai manusia yang memiliki Tuhan. Klaim manusia terhadap Tuhan boleh berbeda, tapi tidak boleh memisahkan.

Saya sendiri merasa sangat bersyukur melihat bagaimana Putra Mahkota Raja Arab, diagendakan mendatangi sebuah pertemuan yang sangat langka, bertemu delegasi penginjil di Amerika untuk membicarakan mengenai hal-hal penting terkait toleransi antar umat beragama.

Ketika MBS alias Mohammed bin Salman, dengan negara asal kelahiran Islam saja bisa bertemu dengan para penginjil Kristen di Amerika, apa hak Somad untuk mengkafir-kafirkan Drama Korea dan menyebut di salib, simbol orang Kristen ada jin kafirnya?

Saya melihat bagaimana dunia sekarang sudah mulai maju, meninggalkan Indonesia dan segala praktik intoleransi yang disanjung-sanjung oleh kubu Somad, Felix, dan orang-orang penghina Ahok. Ormas terbesar di Indonesia, sudah seharusnya membesarkan dan memviralkan acara dialog antar agama ini.

Sungguh, kita percaya, NU bisa membangkitkan jiwa toleransi Indonesia, ketika yang lain hanya main-main belakang dan asal boikot pendirian gereja. Semoga saja NU bisa memberikan dampak besar, karena modal besarnya sudah ada.

Saya tidak sedang mengajari, tapi saya menyayangkan, bahwa yang lebih berisik ini adalah mereka yang intoleran dan lebih sering mengunggah video-video tentang pemikiran mereka yang seperti sungai Ciliwung. Lebar, tapi dangkal. Apalagi di musim kemarau seperti ini. Uang mereka seret.

Beberapa pemuka agama sepakat bahwa toleransi adalah puncak tertinggi dari spiritualitas manusia. Semakin orang toleran, justru semakin menunjukkan orang itu beragama.

Maka, toleransi dan agama adalah dua elemen yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Toleransi dan agama adalah dua entitas yang bisa dilebur dalam satu kekayaan khazanah agama dunia. Kristen, Islam ternyata bisa bersatu.

Perbedaan pendapat dan debat panas, tentu memang terkadang tidak terhindarkan, as long as debat itu bisa menjadi debat yang produktif. Tapi kalau belum memahami apapun tentang agama lain, hindarilah menggunakan strawman logical fallacy.

Jangan oversimplify pengajaran agama tertentu. Jangan langsung mengatakan salib ada jin kafir, kalau tidak tahu mengenai Theology of The Cross, Via Dolorosa dan lain sebagainya. Saya pun tidak akan mengkritik agama lain, tanpa saya tahu apa faedahnya untuk saya dan lawan bicara saya.

Kalau mau kritik, lakukan dalam diskursus yang sehat. Somad, melakukan kajian tanya jawab itu memang secara internal, tapi bibit intoleransi memang sudah tertanam dan terlihat begitu dalam berakar.

MBS, putra Mahkota Arab Saudi ini bisa dikatakan sedang mendobrak, menembus dan keluar dari zona nyaman status negaranya yang dianggap menjalankan sistem kerajaan muslim ultra-konservatif.

Mereka mulai membuka diri, menerima dan saling berbagi kepada saudara-saudara di belahan dunia lainnya. Upaya ini dinilai merupakan upaya perbaikan image.

Kunjungan yang akan diadakan pada tanggal 11 September 2019 waktu setempat (artikel ini ditulis di Indonesia 11 September, yang artinya akan terlaksana beberapa jam ke depan di Amerika), adalah kunjungan yang perlu kita banggakan bersama sebagai warga dunia.

Mengingat di hari yang sama, 18 tahun yang lalu, terjadi sebuah aksi 911 di mana pembajak pesawat yang ditabrakkan ke menara kembar WTC, dilakukan oleh orang Arab. Semua ini sudah terjadi dan sudah ada proses hukum yang menyelesaikan hal tersebut.

Sungguh terhormat untuk bisa kembali mengunjungi Kerajaan Arab Saudi untuk kedua kalinya dalam waktu kurang dari setahun...

Kami bertemu dengan Yang Mulia Putra Mahkota (MBS) dan para pejabat senior lainnya untuk membahas soal terorisme, perdamaian, kebebasan beragama dan hak asasi manusia…

tulis penulis keturunan Israel-Amerika, Joel Rosenberg via Twitter.

https://news.detik.com/internasional/d-4701527/putra-mahkota-saudi-gelar-pertemuan-langka-dengan-delegasi-penginjil-as

Semoga ini menjadi awal mula perdamaian dunia. Saya yakin bahwa dunia ini masih belum sejelek yang disebut-sebut Prabowo dengan Indonesia bubarnya di tahun 2030.

Saya percaya bahwa ke depannya, Indonesia masih bisa berdamai. Seharusnya antara umat beragama di Indonesia, bisa belajar untuk bertoleransi.

Maju terus Indonesia. Kita singkirkan logika-logika kafir yang sudah mendarah daging di tubuh Somad, Felix dan HTI.

Begitulah yakin-yakin.


Loading...
loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel