Citra DPRD DKI Jakarta Makin Jeblok, PSI Melambung

Loading...
Loading...

Pengamat komunikasi politik Ari Junaedi menilai keputusan Badan Kehormatan (BK) DPRD DKI Jakarta yang menyatakan anggota dewan William Aditya Sarana bersalah, sangat tidak populer.

BK DPRD sebelumnya menyatakan anggota dewan dari fraksi PSI itu melanggar tata tertib DPRD, setelah mengunggah dokumen rancangan KUA PPAS DKI Jakarta 2020 ke media sosial. Dalam dokumen itu terlihat antara lain keanehan usulan pembelian lem aibon yang nilainya mencapai Rp 82,8 miliar.

"Saya kira keputusan itu makin menambah buruk citra DPRD DKI. Bisa jadi dianggap publik menjadi pembela setia setiap kebijakan Pemda DKI yang di luar nalar," ujar Ari kepada JPNN.com, Sabtu (30/11).

"Bagi PSI, poin plus ini sangat positif untuk pemilu mendatang. PSI akan terus dicitrakan sebagai partai milenial yang selalu menggugat ketidakadilan," ucapnya.

Pembimbing disertasi S3 di pasca sarjana Universitas Padjajaran ini memprediksi, publik akan semakin menunggu gebrakan dan temuan lain dari PSI, yang selama ini alpa diungkap politikus partai-partai mapan.

"Mungkin secara teknis formal dan etis langkah William dinyatakan salah oleh BK DPRD DKI, tetapi setidaknya William dan PSI memperlihatkan kinerja anggota dewan yang diharapkan publik," katanya.

JPNN

Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel