Kedubes Saudi Mengaku Tak Tahu soal RI Minta Rizieq Dicekal

Loading...
Loading...

Kedutaan Besar Arab Saudi untuk Indonesia mengakui belum menerima informasi dari Riyadh bahwa pemerintah Indonesia telah meminta pencekalan terhadap Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

"Kami belum menerima informasi resmi apa pun terkait hal itu," kata Kepala Bagian Media dan Pers Kedubes Saudi di Jakarta, Fawaz Abdullah Althaymin, kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Senin (11/11).

Pernyataan itu diutarakan Fawaz ketika dimintai konfirmasi mengenai klaim Rizieq yang menyatakan bahwa pemerintah Indonesia telah meminta Saudi mencegahnya pulang ke Indonesia.

Duta Besar RI untuk Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, sebelumnya menuturkan bahwa Rizieq memang sudah tidak memiliki izin tinggal sah di negara kaya minyak itu sejak 20 Juli 2018 lalu.

Berdasarkan aturan imigrasi Saudi, Rizieq bisa terancam hukuman enam bulan penjara dan denda hingga 50 ribu riyal atau setara Rp194 juta karena izin tinggal kedaluwarsa.

"Selebihnya, kami tidak tahu lebih dari itu. Yang tahu betul status (Rizieq) itu KBRI di Riyadh," kata Esam dalam jamuan makan malam pemimpin redaksi media Indonesia di kediamannya di Jakarta.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM menepis pernyataan Rizieq Shihab soal surat pencekalan dari pemerintah Indonesia kepada pemerintah Arab Saudi.

Kepala Sub Bagian Humas Ditjen Imigrasi Sam Fernando mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menerima surat permohonan penangkalan Rizieq untuk masuk ke Indonesia.

Sesuai ketentuan, penerbitan surat penangkapan baru dapat dilakukan atas permohonan instansi maupun penegak hukum lain. (rds/evn)

BACA SELENGKAPNYA>>

https://www.cnnindonesia.com/internasional/20191111130959-106-447279/kedubes-saudi-mengaku-tak-tahu-soal-ri-minta-rizieq-dicekal

Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel