Diduga Sunat Dana BLT, Kades Bukit Tinggi Gunungsari Segera Diadili


Penyidikan kasus dugaan pungli dana bantuan langsung tunai (BLT) di Desa Bukit Tinggi, Gunungsari, Lombok Barat (Lobar) selesai. Kepala desa (Kades)  Bukit Tinggi Ahmad Muttakin yang menjadi tersangka beserta Berkas, barang bukti, dilimpahkan ke jaksa, kemarin (26/8). ”Hari ini kita lakukan tahap dua,” kata Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin.

Dengan dilakukannya tahap dua tersebut, tugas penyidik sudah selesai. ”Tinggal proses penuntutan dilakukan oleh jaksa,” ujarnya.

Dalam kasus tersebut Ahmad Muttakin diduga telah memotong dana BLT masyarakat. Berdasarkan Permendes Nomor 6 Tahun 2020 tentang Perubahan Pengelolaaan Dana Desa disebutkan besaran dana BLT yang dibagikan masyarakat sebesar Rp 600 ribu. ”Namun, masyarakat hanya menerima Rp 450 ribu. Kades tersebut memotong Rp 150 ribu,” jelasnya.

Ada sebanyak 155 kepala kelurga yang terdata sebagai penerima. Total ada Rp 53 juta yang didapatkan kades. ”Itu sebagai barang buktinya,” jelasnya.

Tersangka dijerat pasal 12e Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Kajari Mataram Yusuf membenarkan sudah menerima tahap dua dari penyidik Polda NTB. ”Ya, sudah kita terima tahap duanya,” kata Yusuf.

Selanjutnya, berkas tersebut akan diteliti kembali. Untuk memastikan berkas tersangka dinyatakan benar-benar siap dilimpahkan ke pengadilan. ”Kalau sudah siap, berkasnya kita register. Untuk selanjutnya, dilimpahkan ke pengadilan,” ujarnya.

Berdasarkan aturan, jaksa memiliki waktu 20 hari untuk menganalisa berkas tersangka dan melimpahkan ke pengadilan. “Tetapi, kita maksimalkan 10 hari berkasnya sudah kita limpahkan ke pengadilan,” bebernya.

Terkait dengan penahanannya akan dikoordinasikan dengan jaksa penuntut umum (JPU). Apakah nanti akan dititip di ruang tahanan Polda NTB atau di Lapas Mataram. ”Tunggu saja hasil koordinasinya seperti apa,” kata dia.

Yusuf menjelaskan, sebelumnya tersangka sudah ditahan. Artinya secara hukum, jaksa akan melakukan penahanan lanjutan. ”Mungkin bisa saja penahanannya kita titip di Polda NTB. Tetapi, itu belum pasti karena harus diputuskan berdasarkan koordinasi,” ungkapnya.

Dia meminta agar perkara tersebut tidak disidangkan melalui  konferensi video. Langkah itu untuk memaksimalkan proses pembuktian di pengadilan. ”Kalau secara virtual tidak maksimal nanti di pengadilan,” ujarnya.

Anggaran yang dipotong kades termasuk anggaran penanggulangan Covid-19. Tentu, pihak jaksa akan maksimal melakukan penuntutan.  ”Tetapi, kita akan melihat proses pembuktiannya seperti apa terlebih dahulu,” tegasnya. (arl/r2)

Sumber: JAWAPOS
https://lombokpost.jawapos.com/kriminal/27/08/2020/dugaan-pungli-dana-blt-kades-bukit-tinggi-gunungsari-segera-diadili/

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel