Cerai karena "Diajak" Suami Tiap Malam, Wanita di Tulungagung Ini Kapok Nikah Lagi



Alasan perceraian selalu unik untuk dicermati, meski terkadang alasan itu merupakan aib bagi satu pihak. Di Tulungagung, terdapat banyak macam masalah yang berujung perceraian.

Satu di antara yang berhasil diungkap media ini, sebut saja Ani (samaran) warga di salah satu desa di Kecamatan Sumbergempol, yang kini masih enggan menikah karena trauma.

Saat ditemui, Ani bahkan mengaku benci pada lelaki lantaran punya pengalaman yang baginya pahit dirasakan.

"Seperti diperbudak, tiap waktu saya diajak berhubungan intim dengan suami," katanya, Minggu (30/08/2020).

Meski telah resmi bercerai, Ani masih ingat betul betapa hari-harinya penuh ketakutan. Pasalnya, sang suami setiap hari meminta jatah wajib hingga berkali-kali.

"Tiap malam kecuali saya halangan, nyaris tak pernah tidur hingga dini hari," ujarnya.

Jika dirinya menolak, suami Ani akan marah dan tetap memaksa tanpa ampun meski dirinya sangat kelelahan bahkan alat vitalnya sampai keluar darah.

"Saya sampai kini benci pada lelaki, orang tua dan kerabat minta saya nikah tapi saya masih benar-benar takut," paparnya.

Setelah mengalami proses panjang, melalui jasa seorang pengacara Ani akhirnya mengajukan perceraian. Pada saat itu, Ani menyampaikan bahwa alasannya ingin bercerai sama suami karena merasa adanya kekerasan dalam rumah tangga. Namun, alasan ini kemudian dianggap mentah, lantaran adanya dalil kewajiban seorang istri wajib melayani suami.

"Ternyata, setelah terhubung melalui media sosial saya tidak sendiri. Banyak istri bernasib seperti saya, namun tak mampu berbuat apa-apa," jelasnya.

Saat dikonfirmasi, Fitri Erna pengacara Ani tidak mau membuka masalah yang tengah ditanganinya. Alasannya, selain etika dan rahasia pernah beberapa waktu sebelumnya akibat berita viral yang menuai pro dan kontra seorang rekannya ditegur organisasi profesinya.

"Jangan, jangan tanya masalah demikian ke saya. Nanti, saya kena tegur seperti rekan saya," ujarnya sambil memberitahu yang dimaksud adalah Muhammad Hufron Efendi yang mendampingi kasus perceraian dan sempat viral.

Meski demikian, Fitri Erna tidak menampik bahwa curhatan yang dimaksud pernah ditangani namun telah cukup lama selesai.

"Saya pernah menulis sebuah status di beranda Facebook saya terkait pemerkosaan dalam rumah tangga itu benar-benar ada, tapi aku ditabrak sama dalil tentang Istri wajib melayani suami kapanpun dan bagaimanapun. Dan ketika istri menolak itu akan menimbulkan dosa. Tulisanku itu dianggap memprovokatori para wanita untuk berbuat dosa," cerita Fitri Erna yang tampak tetap enggan membuka masalah kliennya itu.

Tulisan Fitri Erna di Facebook juga telah dihapus, baginya mendampingi apapun kasusnya tetap menjadi tugasnya sebagai pengacara.

Sumber: JATIMTIMES
https://tulungagung.jatimtimes.com/baca/222268/20200830/134400/cerai-karena-diperkosa-suami-tiap-malam-wanita-di-tulungagung-ini-kapok-nikah-lagi

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel